Showing posts with label culture. Show all posts
Showing posts with label culture. Show all posts

Saturday, March 17, 2018

Read: Big Brother Is Watching You

Tempo hari disuruh baca sama review novel, yang rupanya bagus banget. 
Judulnya 1984, karangan George Oswell.
Tentang dunia distopian. Tentang kekuasaan dan terenggutnya kebebasan. Tentang penyiksaan dan pelenyapan akal sehat manusia.


Ringkasan:

Novel ini menceritakan tentang dunia distopia London di masa depan, di mana kehidupan diatur, diawasi, dan diarahkan sepenuhnya oleh negara. Setiap gerak-gerik kecil akan diawasi oleh Polisi Pikiran melalui teleskrin. Setiap rumah dipasangi poster Bung Besar, pemimpin mereka. Setiap hari, rakyat dicekoki pidato manipulatif dari pemerintah. Sedikit saja ada gerakan menyimpang, seseorang akan langsung diuapkan (dilenyapkan), seperti Goldstein—yang dibenci seantero negeri karena melawan kediktatoran rezim.

Winston Smith bekerja di Kementrian Kebenaran, tepatnya Departemen Catatan. Sehari-hari, ia bertugas untuk mengubah dan memanipulasi seluruh catatan dan sejarah pemerintahan, yang kemudian disiarkan kepada rakyat sesuai instruksi dari Partai. Kenyataan yang diterima rakyat selama ini bukanlah kenyataan sesungguhnya. Pikiran rakyat telah ortodoks, menganggap bahwa Bung Besar ialah penyelamat mereka.

Winston berpikir bahwa hal ini salah. Ia mulai membenci rezim Bung Besar, meski ia tak punya nyali untuk menujukkan hal itu. Selanjutnya, ia mengenal O’Brien, seorang anggota Partai Inti. Winston melihat sesuatu yang menarik dari dirinya. Setidaknya, ia tahu bahwa O’Brien memiliki pikiran yang sama, membenci Bung Besar.

Di sisi lain, Winston mulai jatuh cinta kepada seorang perempuan dari Departemen Fiksi. Winston telah berpisah dengan istri lamanya, tetapi ia ragu untuk memulai hubungan baru. Selain karena ia membenci perempuan Partai yang kolot, kegiatan seks adalah hal terlarang dalam Partai, bahkan pernikahan hanya dianggap sebagai formalitas untuk mendapatkan keturunan.

Ada sebuah slogan dari partai tersebut yang paling nyanthel di otak:
Perang ialah Damai
Kebebasan Ialah Perbudakan
Kebodohan Ialah Kekuatan


Yang ngeri, novel ini kayak semacam ramalan, yang beneran terjadi! Sebab, nih novel mahakarya ternyata dibuatnya tahun 1940-an, yang menceritakan tahun 1984! Ngeri nggak noh coy?
Bagusnya, ni novel ceritanya nggak ngeri-ngeri mulu, alias stagnan. Ada komedinya, walaupun lebih ke dark comedy, sih. Tapi serius, ceritanya menarik banget buat dibaca.
Dan ntah kenapa waktu baca-baca buku ini review orang-orang tentang buku ini yang kebayang di benak saya adalah album Megadeth terbaru. Hehe.



Eh, nih novel ternyata ada filmnya juga loh. Tapi nggak tau sih, saya belum nonton. Agak ragu sih apa bakalan sebagus novelnya, soalnya nih film dibuatnya juga di tahun 1956 coy. Jadi mungkin efek-efek visualnya agak lucu kalo ditonton di zaman sekarang.



Terima kasih dosen mata kuliah jurusan lain. Masuk kelasmu ternyata nggak sia-sia. 
PS: Bacanya sih baru di pdf dan belum rampung. Pengen beli aja ke gramed deh kalo sempet dan punya duit. Heu. 

Wednesday, May 14, 2014

Nijikon, The Freak Syndrome

Hai teman-teman, kemaren saya kan udah apdet tentang weeaboo, kali ini saya bakal ngejelasin soal sindrom yang unik dari Jepang. Mungkin bagi kalian yang merupakan penggemar berat dari anime-manga Jepang udah tau apa itu nijikon.
Nijikon itu bukan sindrom biasa. Menurut wikipedia:
Nijikon (二次コン) adalah istilah yang dalam bahasa Jepang  digunakan untuk merujuk orang yang hanya tertarik atau terobsesi dengan wujud dua dimensional berupa karakter anime, manga, dan permainan video, yang umumnya dipresentasikan di atas kertas atau layar, beserta figur boneka dari karakter tersebut. Istilah ini merupakan singkatan dari istilah Nijigen kompurekkusu (二次元コンプレックス, Nijigen kompurekkusu, 2-dimension complex).

Pada kasus yang serius, laki-laki penderita Nijikon hanya memiliki rasa cinta kepada karakter perempuan dalam anime, manga, atau permainan video. Pada pria maupun wanita penderita Nijikon, minat seksual terhadap manusia lawan jenis atau kehidupan nyata sudah tidak ada lagi.

Sunday, May 11, 2014

Apa Kamu Termasuk Weeaboo?

Weeaboo atau Wapanese adalah seseorang yang cenderung bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang; mereka berharap mereka terlahir dan hidup di Jepang.
Ungkapan weaboo atau wapanese memiliki suatu kesamaan dimana ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang terobsesi dengan budaya Jepang, tidak hanya terbatas pada anime, manga, atau game; tetapi lebih ke budayanya atau yang mereka anggap ‘sangat Jepang’ atau sesuatu yang membuat mereka seakan-akan mereka berada di Jepang, sekalipun kenyataannya mereka BUKANLAH di Jepang. Weaboo atau wapanese dianggap ‘retarded’ atau terbelakang karena mereka dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri (untuk yang sudah tingkat parah).

Berikut ini adalah ciri-ciri weaboo atau wapanese yang sering ditemukan di Indonesia:

Wednesday, April 30, 2014

Fakta Yakuza yang Perlu Kamu Tau

Hai, kali ini saya akan posting artikel tentang yakuza. Buat kalian yang belum tau, yakuza itu merupakan sindikat kriminal Jepang yang terorganisir, seperti triad yang ada di bagian lain benua Asia, atau mafia yang ada di Barat. Tetapi, operasi dan peran sosial yakuza sangat berbeda dengan organisasi kriminal lainnya. Exactly, yakuza ini lumayan mainstream. Mereka punya gedung kantor, dan juga memiliki tempat tersendiri di media populer Jepang. Berikut ini fakta-fakta tentang yakuza, cekidot!

1. Ritual Upacara Penerimaan
Anggota yang baru masuk kedalam yakuza diharuskan patuh kepada anggota yakuza lama. Hal ini dinamakan kobun, yang berarti “peran anak kecil.” Yakuza memiliki struktur kepemimpinan yang rumit, dan ada banyak sekali lapisan yang harus dilalui seseorang yang ingin mencapai puncak struktur tersebut.